Saturday, December 5, 2015

Salam Lestari!

Setelah acara Nalfisosrata usai, sekitar sebulan kemudian kami mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan Geografi atau biasa disingkat PKMJ Geografi. Ada beberapa hal semacam prasyarat dalam mengikuti PKMJ, yaitu membuat Angket Aspirasi. Kelompok saya mendapat tema membuat angket mengenai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang ada di UNJ, selain itu kami mendapatkan uang 100 ribu, yang gimana caranya harus cukup untuk transport PP 8 orang ke Megamendung. Untuk menutupi kekurangan yang ada, kami berinisatif melakukan Dana Usaha dengan berbagai cara. Alhamdulillah hasil yang didapat lebih dari cukup.  PKMJ 2015 kali ini mengambil tema “Expand Our Skill To Be An Extraordinary Leader”. Ada 2 macam bentuk kegiatan, yang pertama adalah Pra-PKMJ yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 07 November 2015 di Ged. RA Kartini, Ruang 4.7, UNJ pada jam 08.00. Adapun serangkaian acara dari Pra-PKMJ yaitu kita mempresentasikan hasil tugas kelompok mengenai Angket Aspirasi dan juga adanya beberapa materi yang disampaikan.

Yang pertama adalah materi Legislatif yang dibawakan oleh ka Chalimatussyadiah (Ka. Fraksi Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ 2012). Selanjutnya mengenai Mekanisme Pemilu yang dipaparkan oleh kak Amar Ar-Risalah (Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ), dan ada materi mengenai Kestari yang dibawakan oleh ka Okfa. Selanjutnya kami diberi tugas mengenai penulisan Karya Tulis Ilmiah, yang mengangkat tema “Bencana Kabut Asap dan Peran Pemimpin Indonesia”, Karya Tulis tersebut mencakup latar belakang, rumusan masalah, solusi yang pernah ditawarkan pemerintah dan solusi yang diajukan diri sendiri dan hasil KTI tersebut dikirim melalui email dengan beberapa ketentuan yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Adapun serangkaian acara berikutnya adalah PKMJ, yang dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu tanggal 13 – 15 November 2015 di Villa Jimmu, Megamendung, Bogor. Sayangnya, ada beberapa teman seangkatan kami yang tidak bisa mengikuti acara ini disebabkan oleh beberapa hal. Untuk Akomodasi, ada 2 alternatif pilihan mengenai rute perjalanan, yaitu dengan menggunakan bus atau kereta. Sesuai kesepakatan, kelompok kami dan dengan beberapa kelompok yang lain memilih berangkat ke Bogor dengan menggunakan bus dengan uang hasil danusan. Saat keberangkatan, kami didampingi ka Fildza dan ka Zakiah selaku mentor jalan. Ada juga kelompok yang memilih menggunakan kereta. Rasanya menyenangkan bisa merasakan susah senang bareng-bareng selama perjalanan.

Sesampainya di Villa, kami mengganti baju sesuai ketentuan, yaitu menggunakan kemeja, rok/celana bahan, dan almamater UNJ. Setelah kami berganti pakaian, kami mendapatkan materi Kepekaan Sosial semacam diskusi sama ka Andika Ramadhan Febriansyah (Wakil Ketua BEM FIS UNJ) yang mengambil tema "Kita ini dididik untuk memihak yang mana?"

Sedikit review singkat yang sudah dipaparkan ka Dika, seperti yang dikatakan oleh Wiji Thukul, “Ini tanah airmu, disini kita bukan turis”. Bangsa kita, bangsa Indonesia memang memiliki beragam permasalahan. Ada beberapa permasalahan pokok yaitu kemiskinan. Kenapa kemiskinan dijadikan point pertama? karena orang susah mengenyam pendidikan. Adanya ketidakadilan yang sifatnya semu atau relatif. Seperti yang sudah kita ketahui, pendidikan merupakan salah satu hak dasar manusia tapi terkadang dijadikan aset politik orang yang memiliki kewenangan. Maka dari itu kita harus bersikap berani dan peduli. Untuk masalah lain contohnya adalah penggusuran, Pertanyaannya adalah, "rakyat seperti apa yang akan kita bela?" tentu, rakyat yang lemah secara hukum, lemah secara pengetahuan, dan lemah secara ekonomi. Setelah mengetahui rakyat seperti apa yang kita bela, lalu bagaimana cara kita membantunya? pertama, yaitu memupuk rasa kepedulian, kepedulian yang bisa diasah dari pengalaman, proses untuk mengetahui, literasi dan organisasi, serta melawan ketidakadilan melalui media-media kreatif. Mahasiswa memiliki intelektualitas dengan bisa menempatkan ketajaman berpikirnya dan kepintarannya untuk menolong sesama, tentu dengan cara yang beragam.
Semua organisasi itu peduli sama kampus, tapi dengan gaya dan cara yang berbeda karena keberagaman yang ada itu bukan untuk diseragamkan, dan kita bukan fasisme - Andika R F
Selanjutnya ada materi Management Advokasi oleh ka Riandi (Ka. Dept Advokasi BEM FIS 2014). Lalu ada materi mengenai Pergerakan Mahasiswa yang dibawakan oleh Ahmad Firdaus (Ketua BEMJ Sosiologi), kami melakukan simulasi aksi disini. Lalu ada materi mengenai OPMAWA oleh ka Ronny S (Ketua BEM UNJ)

Kemudian ada materi Manajeman Organisasi oleh ka Rizky Fajrianto (Ketua BEM FT) yang menyerukan pendapat “Sebagai kaum Intelektual dan penata peradaban, mahasiswa itu identik dengan yang namanya Pergerakan. Karena sejatinya hidup itu bergerak, bukan diam. Karena yang diam itu adalah mati”. Kita harus bergabung dengan orang yang bersemangat. Memiliki sikap rela berkorban, serta berani ambil keputusan, serta memiliki niat dan keyakinan kalau kita mampu, dan yang terakhir adalah saling percaya.

1.      Jadilah mahasiswa yang berani menderita untuk idealismenya
2.      Yang berani mengatakan kebenaran walau pahit
3.      Yang berani miskin walau dicemooh
4.      Yang berani kritis walau dilecehkan
5.      Yang berani berbeda walau dianggap melawan arus (dalam hal kebaikan)

Lalu ada materi mengenai Teknik Persidangan oleh ka Carsoma. Disini ada materi simulasi sidang yang memiliki “seni” nya sendiri serta tidak bisa dijelaskan dan diceritakan disini.

Yang terakhir, mengenai Leadership dan Public Speaking oleh ka Syahril Sidiq selaku Ketua BEM FIS 2014 /2015 dan Ka. Dept Sospol BEM UNJ. Saya setuju dengan pendapat beliau yang mengatakan bahwa “Pemimpin itu hanya 1, tapi jiwa kepemimpinan harus ada pada setiap orang”. Dengan menjadi pemimpin dan memahami public speaking, kita bisa mengajak orang dalam kebaikan dan memotivasi orang-orang yang ada didalamnya serta yang penting adalah kita harus menguasai apa yang kita rasakan dan bicarakan. Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia, dan sebaiknya omongan negatif orang lain jangan terlalu dipikirin, cukup yakini yang ada di nurani dan diri sendiri.

Ada 1 hal yang membuat saya merasa beruntung, karena saya dan Samuel menjadi perwakilan dan mendapat kesempatan untuk berbicara di depan secara spontan (tanpa persiapan sama sekali), dan dikomentari serta diberi masukan oleh teman-teman yang hadir dan juga diberi masukan oleh pemateri. Seperti masalah intonasi, struktur kalimat, tatapan mata, gestur tubuh, mimik wajah, dan adanya pengulangan kata. Saya merasa beruntung dan berterimakasih karena sudah diberi kesempatan

Seperti yang sudah dikatakan oleh ka Nauval Adam, “sistem pengkaderan yaitu totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan secara terarah, sistematik, terencana, berjenjang, dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat dan martabat, memperluas wawasan, meningkatkan kecakapan agar menjadi manusia yang beradab, berani, santun, berkarakter, terampil, loyal, peka, mampu, dan gigih menjalankan roda organisasi serta memiliki daya saing sehingga dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan BEMJ Geografi UNJ tahun depan"

Saya menikmati setiap paparan materi yang disampaikan pada saat PKMJ, dan ada beberapa materi yang benar-benar menyentuh hati dan sangat menarik bagi saya pribadi. Untuk masalah ibadah, panitia sudah mengaturnya dengan baik, kami tidak ketinggalan ibadah serta kami makan dengan cara yang unik dengan mengedepankan kebersamaan antar individu, dan waktu tidur kami juga sudah diatur dengan baik. Kami belajar banyak hal dari PKMJ kali ini, dimulai dari isi materi yang baik, serta pemateri yang tidak membosankan dan menarik. Esensi yang didapat dari semua yang kami lakukan selama acara PKMJ yaitu dapat melatih rasa percaya kepada pemimpin kami, bekerjasama, toleransi, rela berkorban, komitmen, tanggungjawab, berani ambil keputusan, melakukan semua hal sesuai prosedur walaupun dalam hal terdesak sekalipun, dsb terkait dengan hal kepemimpinan. Semua bentuk kegiatan yang terjadi di PKMJ, memiliki "seni"nya sendiri, yang hanya bisa dirasakan langsung, tanpa diceritakan. Semua hal yang terjadi selama 3 hari 2 malam, kami jadikan sebagai sebuah pengalaman, kebersamaan, dan pembelajaran. Maaf, jika kami sebagai peserta ada kata-kata yang tidak berkenan atau melakukan kesalahan. Semoga semua pendapat yang membangun dari para peserta bisa menjadi bahan evaluasi panitia yang terlibat. Terima kasih banyak.

Salam Lestari!
Hidup Mahasiswa!!

Jakarta, 5 Desember 2015

Febri Fazriati


2 comments:

  1. Ngisi oprec bem atau blm? Ke departemen apa? Atau ke ukm nari unj?

    ReplyDelete