Tuesday, August 4, 2015

Usia Rentan


"Ada salah satu hal yang buat saya pribadi bisa jadi alasan kenapa saya susah tidur.
Masalah ketidak-pastian.
Soal apapun.
Terutama, soal masa depan"

Menyadari bahwa tidak peduli bagaimanapun kita sudah mempersiapkan namun masa depan masih selalu penuh dengan tanda tanya. Saya juga belajar bahwa kalau saya mau, saya harus kejar. Harus usaha. This applies to everything.

Saya juga bisa membedakan mana komentar yang membangun, mana yang menjatuhkan. Jujur, saya tipikal yang tidak terlalu percaya pujian yang berlebihan, cukup sewajarnya. Saya lebih suka sama orang yang menunjukkan kesalahan saya, berkomentar yang sifatnya membangun, tentu dengan cara penyampaian yang baik. Lebih realistis. Deal with it. Sedikit menjelaskan kalimat yang saya tulis diatas. Mungkin diantara kalian ada yang bertanya alasan kenapa saya menulis itu. Saya hanya menguraikan kalau saya sedang ditahap 'takut' sama umur saya.

Saya sudah 18 tahun. Umur yang saya takutin adalah 17-27, diantara usia itu yang saya takutin umur 20. Karena apa? Ini usia paling produktif. Usia yang menantang dan menentukan. Di usia itu, saya sudah lulus SMA dan masuk ke dunia perkuliahan serta meniti karir. Kalau saya ngga bisa mengoptimalkan potensi saya dan usaha saya untuk jadi orang sukses di usia rentan seperti ini, pasti akan sia-sia dan pasti akan menyesal seumur hidup.

Ada salah satu quote, yang isinya "kalau kamu belum sukses sebelum usia 40 tahun, maka kemungkinan kamu untuk sukses sangat sedikit" Yang harus digarisbawahi disini, definisi sukses setiap orang itu berbeda. Sukses bukan hanya soal materi, tapi ada banyak hal untuk bisa dikategorikan sukses tergantung kebutuhan dan tujuan manusia itu sendiri.

Saya tau bahwa masih banyak hal yang saya belum tahu. Saya tau bahwa cinta harus pake otak. Saya juga tau bahwa kuliah itu mahal, semoga studi saya cepet kelar dan bisa mandiri. Saya juga tau bahwa orang tua kerja keras menghidupi dan membesarkan saya.

Kebahagiaan saya adalah tanggung jawab saya sendiri, bukan orang lain. Ada satu yang masih saya gali lebih dalam, iya, soal passion saya, supaya saya tidak hidup mengikuti jalan milik orang lain. Semoga saya dan kita semua bisa menemukan passion diri kita lebih dalam lagi. Bukan sekedar "gue suka hal ini dan gue juga cukup jago di hal ini, mungkin ini passion gue"