Thursday, August 27, 2015

Permulaan

Kesuksesan seseorang banyak dipengaruhi faktor internal didalam dirinya. Contohnya adalah pembentukan karakter dan kepribadian. Saya sedang mengikuti serangkaian MPA dari fakultas hingga jurusan. Saya di Fakultas Ilmu Sosial. Dulu semasa SMA saya punya mimpi untuk di suatu tempat, tapi Allah tidak berkehendak. 

Mau seberapa keras pun saya berjuang, kalau belum berkehendak, ya ngga akan dapet. Allah lebih meridhoi saya di tempat saya kuliah sekarang. Saya menyadari satu hal, kalau kita bersyukur, ikhlas atas semua rencanaNya dan menikmati setiap apa yang kita kerjakan tanpa beban, kebahagiaan itu akan ada dan terus ada. Saya merasakan itu semua. Meskipun masih di awal, tapi saya sudah merasakan kebahagiaan itu. Saya menikmati serangkaian kegiatan MPA 2015 ini. Banyak yang menyenangkan dan humoris.

Saya tau rasanya mengadakan acara, bekerja keras untuk suatu acara, merencanakan suatu program kerja. Briefing, evaluasi, sidang dan sejenisnya. Itu butuh waktu dan tenaga. Saya tau bagaimana letihnya apa yang sedang dirasakan mereka saat ini. Kalau bicara lelah, kami lelah, mereka juga lebih lelah. Pagi siang malam, mereka menghabiskan tenaga dan waktu. Demi sebuah totalitas. Bukan maksud saya untuk melebih-lebihkan, tapi saya tau rasanya seperti apa. Saya pernah diposisi mereka. 

Saya hanya bisa bilang, terima kasih banyak kepada semua pihak panitia yang terlibat. Sukses untuk kalian dan kita semua.

Terima kasih atas kreasi flashmob, yel2 FIS dan sejenisnya. Cek video serangkaian MPA FIS 2015 di BEM FIS UNJ

GEOGRAFI! LESTARI BUMIKU!


Wednesday, August 12, 2015

Awal Perjuangan


Allah selalu menjawab doa hambaNya dengan cara yang mungkin tidak terduga. Allah tau yang terbaik untuk hambaNya, selama ia berusaha dan berdoa serta tawakal. Sebelumnya, Allah menjawab doa saya dengan "Tunggu. Bukan saatnya" dari pengumuman SNMPTN, PPKB, SBMPTN, SIMAK. 

Beberapa kali gagal, saya tau rasanya ditolak. Sakit hati, kecewa, muak. Tapi dengan saya tau rasanya gagal, saya jadi belajar untuk menghargai sebuah keberhasilan. Alhamdulillah, Allah menjawab doa saya dengan "Ya. Aku beri sekarang" pada pengumuman mandiri UNJ dan mandiri PNJ. Alhamdulillah saya lolos di Pendidikan Geografi UNJ dan D3 jurnalistik PNJ. Saya memang tidak diperbolehkan untuk ujian mandiri universitas yang di luar kota, jadi saya hanya ikut mandiri UI, UNJ dan PNJ. Sebelum ada pengumuman UNJ pun, saya sudah terdaftar menjadi mahasiswa jurusan Manajemen spesialisasi Analis Efek. 

Rasanya dilema. Entah kenapa rasanya saya mau ambil aja PNJ nya pada saat pengumuman UMPN. Saya ngerasa ada sesuatu yang membuat saya memilih di PNJ, entah mungkin karena saya dapet di Jurnalistik, atau karena disana ada sesuatu, seseorang, atau karena suasanya. Entahlah. Dengan beberapa pertimbangan, pada akhirnya saya memilih Pendidikan Geografi UNJ. Banyak yang mempertanyakan kenapa saya malah memilih UNJ. Malah tidak sedikit saya “tertampar” omongan mereka. Untuk saat ini, saya yakin sama apa yang sudah saya pilih, dan saya akan bertanggungjawab terhadap pilihan saya.

Saya mengucap syukur berlebih karna kebaikan tanganNya dan atas semua rencanaNya. Yang menurut kita baik, bukan berarti baik menurutNya. Ada perasaan senang tersendiri saat melihat orang tua kita tersenyum bangga pada kita. Yang harus dipahami, PTN dan PTS sama aja. Yang penting bagaimana orang itu dapat mengoptimalkan potensinya.

Terima kasih dan Alhamdulillah. Semoga Allah meridhoi dan saya dijauhkan dari iri hati dan kufur nikmat. Aamiin

Tuesday, August 4, 2015

Usia Rentan


"Ada salah satu hal yang buat saya pribadi bisa jadi alasan kenapa saya susah tidur.
Masalah ketidak-pastian.
Soal apapun.
Terutama, soal masa depan"

Menyadari bahwa tidak peduli bagaimanapun kita sudah mempersiapkan namun masa depan masih selalu penuh dengan tanda tanya. Saya juga belajar bahwa kalau saya mau, saya harus kejar. Harus usaha. This applies to everything.

Saya juga bisa membedakan mana komentar yang membangun, mana yang menjatuhkan. Jujur, saya tipikal yang tidak terlalu percaya pujian yang berlebihan, cukup sewajarnya. Saya lebih suka sama orang yang menunjukkan kesalahan saya, berkomentar yang sifatnya membangun, tentu dengan cara penyampaian yang baik. Lebih realistis. Deal with it. Sedikit menjelaskan kalimat yang saya tulis diatas. Mungkin diantara kalian ada yang bertanya alasan kenapa saya menulis itu. Saya hanya menguraikan kalau saya sedang ditahap 'takut' sama umur saya.

Saya sudah 18 tahun. Umur yang saya takutin adalah 17-27, diantara usia itu yang saya takutin umur 20. Karena apa? Ini usia paling produktif. Usia yang menantang dan menentukan. Di usia itu, saya sudah lulus SMA dan masuk ke dunia perkuliahan serta meniti karir. Kalau saya ngga bisa mengoptimalkan potensi saya dan usaha saya untuk jadi orang sukses di usia rentan seperti ini, pasti akan sia-sia dan pasti akan menyesal seumur hidup.

Ada salah satu quote, yang isinya "kalau kamu belum sukses sebelum usia 40 tahun, maka kemungkinan kamu untuk sukses sangat sedikit" Yang harus digarisbawahi disini, definisi sukses setiap orang itu berbeda. Sukses bukan hanya soal materi, tapi ada banyak hal untuk bisa dikategorikan sukses tergantung kebutuhan dan tujuan manusia itu sendiri.

Saya tau bahwa masih banyak hal yang saya belum tahu. Saya tau bahwa cinta harus pake otak. Saya juga tau bahwa kuliah itu mahal, semoga studi saya cepet kelar dan bisa mandiri. Saya juga tau bahwa orang tua kerja keras menghidupi dan membesarkan saya.

Kebahagiaan saya adalah tanggung jawab saya sendiri, bukan orang lain. Ada satu yang masih saya gali lebih dalam, iya, soal passion saya, supaya saya tidak hidup mengikuti jalan milik orang lain. Semoga saya dan kita semua bisa menemukan passion diri kita lebih dalam lagi. Bukan sekedar "gue suka hal ini dan gue juga cukup jago di hal ini, mungkin ini passion gue"