Saturday, December 5, 2015

Salam Lestari!

Setelah acara Nalfisosrata usai, sekitar sebulan kemudian kami mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan Geografi atau biasa disingkat PKMJ Geografi. Ada beberapa hal semacam prasyarat dalam mengikuti PKMJ, yaitu membuat Angket Aspirasi. Kelompok saya mendapat tema membuat angket mengenai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang ada di UNJ, selain itu kami mendapatkan uang 100 ribu, yang gimana caranya harus cukup untuk transport PP 8 orang ke Megamendung. Untuk menutupi kekurangan yang ada, kami berinisatif melakukan Dana Usaha dengan berbagai cara. Alhamdulillah hasil yang didapat lebih dari cukup.  PKMJ 2015 kali ini mengambil tema “Expand Our Skill To Be An Extraordinary Leader”. Ada 2 macam bentuk kegiatan, yang pertama adalah Pra-PKMJ yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 07 November 2015 di Ged. RA Kartini, Ruang 4.7, UNJ pada jam 08.00. Adapun serangkaian acara dari Pra-PKMJ yaitu kita mempresentasikan hasil tugas kelompok mengenai Angket Aspirasi dan juga adanya beberapa materi yang disampaikan.

Yang pertama adalah materi Legislatif yang dibawakan oleh ka Chalimatussyadiah (Ka. Fraksi Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ 2012). Selanjutnya mengenai Mekanisme Pemilu yang dipaparkan oleh kak Amar Ar-Risalah (Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ), dan ada materi mengenai Kestari yang dibawakan oleh ka Okfa. Selanjutnya kami diberi tugas mengenai penulisan Karya Tulis Ilmiah, yang mengangkat tema “Bencana Kabut Asap dan Peran Pemimpin Indonesia”, Karya Tulis tersebut mencakup latar belakang, rumusan masalah, solusi yang pernah ditawarkan pemerintah dan solusi yang diajukan diri sendiri dan hasil KTI tersebut dikirim melalui email dengan beberapa ketentuan yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Adapun serangkaian acara berikutnya adalah PKMJ, yang dilaksanakan pada hari Jumat – Minggu tanggal 13 – 15 November 2015 di Villa Jimmu, Megamendung, Bogor. Sayangnya, ada beberapa teman seangkatan kami yang tidak bisa mengikuti acara ini disebabkan oleh beberapa hal. Untuk Akomodasi, ada 2 alternatif pilihan mengenai rute perjalanan, yaitu dengan menggunakan bus atau kereta. Sesuai kesepakatan, kelompok kami dan dengan beberapa kelompok yang lain memilih berangkat ke Bogor dengan menggunakan bus dengan uang hasil danusan. Saat keberangkatan, kami didampingi ka Fildza dan ka Zakiah selaku mentor jalan. Ada juga kelompok yang memilih menggunakan kereta. Rasanya menyenangkan bisa merasakan susah senang bareng-bareng selama perjalanan.

Sesampainya di Villa, kami mengganti baju sesuai ketentuan, yaitu menggunakan kemeja, rok/celana bahan, dan almamater UNJ. Setelah kami berganti pakaian, kami mendapatkan materi Kepekaan Sosial semacam diskusi sama ka Andika Ramadhan Febriansyah (Wakil Ketua BEM FIS UNJ) yang mengambil tema "Kita ini dididik untuk memihak yang mana?"

Sedikit review singkat yang sudah dipaparkan ka Dika, seperti yang dikatakan oleh Wiji Thukul, “Ini tanah airmu, disini kita bukan turis”. Bangsa kita, bangsa Indonesia memang memiliki beragam permasalahan. Ada beberapa permasalahan pokok yaitu kemiskinan. Kenapa kemiskinan dijadikan point pertama? karena orang susah mengenyam pendidikan. Adanya ketidakadilan yang sifatnya semu atau relatif. Seperti yang sudah kita ketahui, pendidikan merupakan salah satu hak dasar manusia tapi terkadang dijadikan aset politik orang yang memiliki kewenangan. Maka dari itu kita harus bersikap berani dan peduli. Untuk masalah lain contohnya adalah penggusuran, Pertanyaannya adalah, "rakyat seperti apa yang akan kita bela?" tentu, rakyat yang lemah secara hukum, lemah secara pengetahuan, dan lemah secara ekonomi. Setelah mengetahui rakyat seperti apa yang kita bela, lalu bagaimana cara kita membantunya? pertama, yaitu memupuk rasa kepedulian, kepedulian yang bisa diasah dari pengalaman, proses untuk mengetahui, literasi dan organisasi, serta melawan ketidakadilan melalui media-media kreatif. Mahasiswa memiliki intelektualitas dengan bisa menempatkan ketajaman berpikirnya dan kepintarannya untuk menolong sesama, tentu dengan cara yang beragam.
Semua organisasi itu peduli sama kampus, tapi dengan gaya dan cara yang berbeda karena keberagaman yang ada itu bukan untuk diseragamkan, dan kita bukan fasisme - Andika R F
Selanjutnya ada materi Management Advokasi oleh ka Riandi (Ka. Dept Advokasi BEM FIS 2014). Lalu ada materi mengenai Pergerakan Mahasiswa yang dibawakan oleh Ahmad Firdaus (Ketua BEMJ Sosiologi), kami melakukan simulasi aksi disini. Lalu ada materi mengenai OPMAWA oleh ka Ronny S (Ketua BEM UNJ)

Kemudian ada materi Manajeman Organisasi oleh ka Rizky Fajrianto (Ketua BEM FT) yang menyerukan pendapat “Sebagai kaum Intelektual dan penata peradaban, mahasiswa itu identik dengan yang namanya Pergerakan. Karena sejatinya hidup itu bergerak, bukan diam. Karena yang diam itu adalah mati”. Kita harus bergabung dengan orang yang bersemangat. Memiliki sikap rela berkorban, serta berani ambil keputusan, serta memiliki niat dan keyakinan kalau kita mampu, dan yang terakhir adalah saling percaya.

1.      Jadilah mahasiswa yang berani menderita untuk idealismenya
2.      Yang berani mengatakan kebenaran walau pahit
3.      Yang berani miskin walau dicemooh
4.      Yang berani kritis walau dilecehkan
5.      Yang berani berbeda walau dianggap melawan arus (dalam hal kebaikan)

Lalu ada materi mengenai Teknik Persidangan oleh ka Carsoma. Disini ada materi simulasi sidang yang memiliki “seni” nya sendiri serta tidak bisa dijelaskan dan diceritakan disini.

Yang terakhir, mengenai Leadership dan Public Speaking oleh ka Syahril Sidiq selaku Ketua BEM FIS 2014 /2015 dan Ka. Dept Sospol BEM UNJ. Saya setuju dengan pendapat beliau yang mengatakan bahwa “Pemimpin itu hanya 1, tapi jiwa kepemimpinan harus ada pada setiap orang”. Dengan menjadi pemimpin dan memahami public speaking, kita bisa mengajak orang dalam kebaikan dan memotivasi orang-orang yang ada didalamnya serta yang penting adalah kita harus menguasai apa yang kita rasakan dan bicarakan. Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia, dan sebaiknya omongan negatif orang lain jangan terlalu dipikirin, cukup yakini yang ada di nurani dan diri sendiri.

Ada 1 hal yang membuat saya merasa beruntung, karena saya dan Samuel menjadi perwakilan dan mendapat kesempatan untuk berbicara di depan secara spontan (tanpa persiapan sama sekali), dan dikomentari serta diberi masukan oleh teman-teman yang hadir dan juga diberi masukan oleh pemateri. Seperti masalah intonasi, struktur kalimat, tatapan mata, gestur tubuh, mimik wajah, dan adanya pengulangan kata. Saya merasa beruntung dan berterimakasih karena sudah diberi kesempatan

Seperti yang sudah dikatakan oleh ka Nauval Adam, “sistem pengkaderan yaitu totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan secara terarah, sistematik, terencana, berjenjang, dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat dan martabat, memperluas wawasan, meningkatkan kecakapan agar menjadi manusia yang beradab, berani, santun, berkarakter, terampil, loyal, peka, mampu, dan gigih menjalankan roda organisasi serta memiliki daya saing sehingga dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan BEMJ Geografi UNJ tahun depan"

Saya menikmati setiap paparan materi yang disampaikan pada saat PKMJ, dan ada beberapa materi yang benar-benar menyentuh hati dan sangat menarik bagi saya pribadi. Untuk masalah ibadah, panitia sudah mengaturnya dengan baik, kami tidak ketinggalan ibadah serta kami makan dengan cara yang unik dengan mengedepankan kebersamaan antar individu, dan waktu tidur kami juga sudah diatur dengan baik. Kami belajar banyak hal dari PKMJ kali ini, dimulai dari isi materi yang baik, serta pemateri yang tidak membosankan dan menarik. Esensi yang didapat dari semua yang kami lakukan selama acara PKMJ yaitu dapat melatih rasa percaya kepada pemimpin kami, bekerjasama, toleransi, rela berkorban, komitmen, tanggungjawab, berani ambil keputusan, melakukan semua hal sesuai prosedur walaupun dalam hal terdesak sekalipun, dsb terkait dengan hal kepemimpinan. Semua bentuk kegiatan yang terjadi di PKMJ, memiliki "seni"nya sendiri, yang hanya bisa dirasakan langsung, tanpa diceritakan. Semua hal yang terjadi selama 3 hari 2 malam, kami jadikan sebagai sebuah pengalaman, kebersamaan, dan pembelajaran. Maaf, jika kami sebagai peserta ada kata-kata yang tidak berkenan atau melakukan kesalahan. Semoga semua pendapat yang membangun dari para peserta bisa menjadi bahan evaluasi panitia yang terlibat. Terima kasih banyak.

Salam Lestari!
Hidup Mahasiswa!!

Jakarta, 5 Desember 2015

Febri Fazriati


Friday, December 4, 2015

Festival Geografi 2015

BEMJ GEOGRAFI menyelenggarakan FESTIVAL GEOGRAFI dengan mengangkat tema “Peduli Jakarta” yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 November 2015 di Arena Prestasi dan Lobby Fakultas Ilmu Sosial, Gedung K, UNJ. Acara dibuka dengan penampilan Saman Geografi UNJ. Nah, rangkaian acaranya itu ada pameran Kartografi (Karya Tema Geografi), disini itu ada lomba fotografi, pameran media pembelajaran geografi, dll. Ada bakti sosial dan aksi tanam tanaman, berhubung ada sekitar 25 - 30 anak kecil dengan usia sekolah paud – sd, panitia menyelenggarakan lomba mewarnai dan juga mensosialisasikan pentingnya pohon bagi kehidupan, selanjutnya juga ada Green Indonesia Foundation yang bisa ngebantu kita buat ngebaca kepribadian kita lewat sidik jari, bayarnya? Cukup memberikan sumbangan seikhlasnya. Banyak banget yang dateng ke stand ini karena banyak yang tertarik untuk dibaca kepribadiannya, ada juga stand-stand bazaar yang meramaikan acara Festival Geografi 2015, dan ada Pentas Seni Geografi, yang terdiri dari akustikan, nari, baca puisi, nyanyi, pematahan yang dimeriahkan sama mahasiswa Geografi baik itu senior, alumni, dan jurusan-jurusan lain juga ikut berpartisipasi lho! Kebayang kan acaranya seseru apaa kemarin? Berikut dokumentasi acara Festival Geografi yang dilansir dari sini












Sunday, November 29, 2015

Endapan Kebahagiaan


Menginjak bulan ke-3 saya di dunia perkuliahan. Saya semakin menemukan titik nyaman saya. Dari awal saya MPA, entah kenapa semua terasa bahagia dan tanpa beban. Mungkin karena saya terlalu menikmati semuanya, dan menganggap semua kendala yang ada sebagai sebuah pelajaran, atau sejenisnya. Saya melakukan hobi saya kembali, seperti menari dan menulis. Saya bertemu orang – orang yang selalu membuat saya tertawa, nyaman, dan aman. 

FIS EXPO, terdiri dari Galeri Prestasi, Talkshow, dan Pentas Besar FIS 2015. Pentas besar merupakan persembahan dari DEP. ORSENI BEM FIS. Pentas Besar FIS 2015 dilaksanakan pada 26 November 2015 di Mafthuhah, IDB 2 dimulai dari jam 15.00 sampai jam 20.30 yang terdiri dari acara Akustik, Seni Tari, Marawis, Chart Ampuh, Pembagian Hadiah Dekan CUP, dan ditutup dengan sedikit penampilan drama. Acara Pentas Besar dipandu sama kak Faqih dan Milka juga dimeriahkan oleh anak-anak FIS dan dihadiri oleh petinggi kampus, mahasiswa UNJ dan di luar UNJ 

Singkat cerita, saya diberi amanah untuk nulis naskah drama di acara Pentas Besar FIS. Saya berusaha melakukan yang terbaik juga tidak mengecewakan kepercayaan yang sudah diberikan. Terlebih, saya paling senang saat naskah saya dikritik, dikomentari, dan harus saya revisi berkali-kali (iya, berkali-kali) sampai yang ngerevisi mungkin bosen. Pihak-pihak yang terlibat melakukan semuanya dengan total dan sempurna supaya kami bisa memberikan “konsumsi” tontonan yang sesuai untuk masyarakat kampus.

“Mengejar Koma Sampai Titik” menceritakan tentang cinta, yang terhalang oleh tradisi adat jawa kental yang dipegang teguh oleh pihak perempuan karena adanya perbedaan kebudayaaan yang dianut oleh keduanya. Keberagaman yang ada bukan untuk diseragamkan. Banyak konflik budaya dan masalah-masalah sosial yang diangkat disini karena kami di Fakultas Ilmu Sosial.

Banyak pengorbanan yang dilakukan oleh semua pihak panitia yang terlibat, baik dari segi pikiran, waktu, tenaga, lelah, dan finansialnya juga. Disela-sela kesibukan mereka, mereka bisa menjalankan acara ini.  Keliatannya memang melelahkan, tapi saya semangat ngejalanin ini semua. ini yang disebut “Pekerjaan dan Kewajiban Sejalan dengan Hobi”. Selama latihan drama pun, kami dibantu banyak sama kak Dino untuk masalah blocking, dll. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil saat proses ini. Dia berhasil memvisualisasikan dan menyempurnakan apa yang ada dipikiran saya. Ini pendapat pribadi saya, saya hanya mencoba menulis keadaan. Di balik kekonyolan yang selalu dilakuin bareng anak-anak orseni yang lain, banyak sifat baik, perilaku, sikap, dan pemikiran yang ngebuat saya salut. Kalau kata ka Dino “Saya bukan orang pintar, saya bukan orang hebat, tetapi kami memiliki semangat untuk melakukan sesuatu, kami ingin berkarya” 

Dari mulai perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan saya bangga dan salut sama seluruh crew dan pemeran yang terlibat di acara ini, ada banyak crew yang terlibat dan mereka benar-benar bekerja keras untuk memberikan yang terbaik baik dari segi artistik, music and sound, lighting, perlengkapan, ticketing, HPD, wardrobe, make up dsb. Semua crew lelah, lebih terkuras pikiran, waktu, tenaga, dan dari segi finansialnya, tapi rasanya semua terbayar saat kita melihat orang lain terhibur dan pesannya pun tersampaikan. Saya belajar banyak hal dari mereka, banyak sifat dan perilaku yang ngebuat saya kagum sama mereka. Saya bahagia bisa dikasih kesempatan untuk bekerjasama dengan kalian.

Terima kasih untuk pengalaman, pelajaran, dan kepercayaannya ya kak Ojan dkk. Acara Pentas Besar FIS 2015 kemarin ngga akan sehebat itu tanpa kerja keras, usaha, dan totalitas teman-teman crew yang terlibat didalamnya. Maaf ngga bisa disebutkan satu-satu. Kalian hebat-hebat banget. Selamat ya kakak-kakak orseni, proker terakhir di akhir kepengurusannya sudah terlaksana dan berhasil. Maaf hanya bisa bantu sedikit. Seneng deh kalau liat kalian seneng, apalagi saat acara udah berakhir terus kita ngumpul ngobrol bercanda di Plaza UNJ sampai malam. Itu moment paling bahagia dan akan mengendap di pikiran dan hati saya. Saya mohon maaf kalau dari mulai perencanaan dan pelaksanaan acara penbes ada kata-kata dan perbuatan yang kurang berkenan. Sekali lagi, terima kasih semuanya, dan sukses terus. Semoga bisa bekerjasama di lain kesempatan.

Jakarta, 29 November 2015

Febri Fazriati.
P.S : maaf, foto ini hanya sebagian crew yang terlibat. Foto yang lain belum ada, nanti menyusul ya.






Saturday, November 28, 2015

Setapak Menuju Puncak

Oleh    : Febri Fazriati
 
Nalfisosrata (Pengenalan Fisik, Sosial, dan Ramah Tamah) pada tahun 2015 ini mengambil tema “Belajar dan Bersahabat Dengan Alam Bersama Geografi”.  Nalfisosrata berlangsung pada tanggal 16 – 18 Oktober 2015, bertempat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Cidahu,  Sukabumi, Jawa Barat. Acara yang diadakan selama 3 hari ini juga tidak luput dari sponsor Yellow Black. YellowBlack merupakan milik salah satu senior kami, tahun 2008. YellowBlack Store menyediakan berbagai sepatu, baju, topi, gadget. Untuk kalian yang ingin mencari barang-barang tersebut, bisa add id line : yellowblackstore.

Sebelum kami mengikuti serangkaian acara Nalfisosrata, panitia mengadakan MABIM (Masa Pembinaan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan scara sistematis, terarah, dan dapat menanamkan softskill mahasiswa. Mabim yang dilaksanakan antara lain, mabim dengan konten acara tips packing, sosialisasi barang bawaan Nalfisosrata, Navigasi Darat dan Simulasi Pembuatan Tenda yang sangat bermanfaat dan merupakan bekal kita pada saat Nalfisosrata

Kami, pada tanggal 16 Oktober 2015, para peserta dan panitia berkumpul di samping BAAK pada jam 08.00 pagi, panitia mengecek kelengkapan barang bawaan peserta baik barang bawaan individu maupun barang bawaan kelompok. Adapun kegiatan selanjutnya adalah latihan yel-yel Nalfisosrata yang dipimpin oleh senior 2013. Kami melakukan upacara singkat di Plaza UNJ, bersama para dekan dan ketua jurusan geografi, semacam pelepasan keberangkatan. Setelah itu kita latihan yel-yel, dan menunggu kelas A selesai kelas, jam 10.00 kami langsung berangkat ke tempat tujuan dengan menggunakan truk tronton. Ada sekitar 4 truk tronton yang membawa kami ke tempat tujuan. Kami sampai sana sekitar pukul 12.00. Materi pertama adalah navigasi darat, kami mengeluarkan alat-alat untuk keperluan navigasi darat seperti kompas bidik,  busur derajat, peta rupa bumi cidahu, pensil, penghapus, penggaris, dan benang jahit. Setelah kami melakukan navigasi darat, kami tracking ke atas untuk mendirikan tenda di tempat yang sudah disediakan. Kami mendirikan tenda sendiri dan juga membuat parit di sekeliling tenda. Panitia konsumsi sangat memperhatikan pola makan kami. Kami makan makanan yang sehat, enak, dan bergizi. Ibadah pun alhamdulillah tepat waktu dan di jama’. Kami tidak melewatkan ibadah, panitia bisa mengatur itu dengan baik

Pada tanggal 17 Oktober 2015, kami diperkenalkan alat-alat geografi yang sangat membantu kami untuk melakukan kajian baik kajian fisik maupun sosial. Pengenalan alat – alat geografi dilakukan oleh Hanief senior 2012. Tidak lupa kami juga di ajari cara melipat Peta Rupa Bumi. Pada saat itu, kami memegang Peta Rupa Bumi Cidahu. Ternyata untuk setiap jenis peta, memiliki cara pelipatan yang berbeda. Walaupun sederhana, tapi sangat berpengaruh. Setelah kami diperkenalkan alat-alat geografi dan cara melipat peta rupa bumi, kami melakukan tracking ke kawah ratu. Adapun barang-barang yang wajib kami bawa di tas kecil seperti gula merah/coklat/madu, air minum, obat-obatan pribadi, jas hujan, alat sholat, snack, dan lain-lain yang diperlukan selama tracking. Medan tracking yang kami lalui cukup menantang dan sulit. Ada beberapa peserta yang tidak bisa sampai ke Kawah Ratu dan hanya sampai Helypad karena ada beberapa kendala. Selama trackingpun ada peserta yang sesak nafas, dan kakinya kram dan jatuh di sungai.. Panitia P3K dengan sigap dan cepat segera mengobati peserta yang mengalami kendala. Setelah tracking, kami melakukan kajian sosial yaitu mewawancarai penduduk sekitar. Kami sebelumnya sudah diberikan kertas kajian yang harus kami teliti. Malamnya, kami melakukan agenda ramah tamah dengan senior dengan api unggun. Disana ada penampilan yel-yel saat MPA, Nalfisos, dan penampilan per kelompok. Acara berlangsung seru, asik, dan tidak terasa sampai pukul 1 pagi.

 Besoknya, pada tanggal 18 Oktober 2015, agenda kami adalah outbound. Outbound terdiri dari beberapa pos. Lagi-lagi, peserta yang mengalami kendala pada saat tracking, tidak diizinkan outbound oleh ketua pelaksana, koor p3k dan koor acara. Sedih kalo diceritain, mengingat, peserta sangat menginginkan utnuk mengikuti serangkaian acara outbound, tapi jika ketua pelaksana tidak mengijinkan, panitia yang lain pun tidak bisa memberikan ijin walaupun peserta sampai memohon-mohon. Sorenya, Ibu Oot dan Pak Cahyadi selaku dosen pembimbing, menutup acara kegiatan yang diisi dengan penyiraman oleh bunga kepada para peserta dan panitia. Banyak manfaat yang didapat dari kegiatan Nalfisos ini, bukan hanya tentang simulasi pada saat kita melakukan kajian fisik maupun kajian sosial, tapi kami merasakan manfaat lebih dari itu. Acara ini telah merubah sikap dan sifat kami dan kami lebih mengenal serta mendalami keadaan teman-teman kami. Senior pun datang untuk berbagi pengalaman, memberikan “tamparan” bahwa kita harus saling menjaga, jangan sampai kami datang ke rumah teman kami untuk pertama dan terakhir kalinya, pada saat dia sudah meninggal. Sebuah pemahaman yang membuat kami, lebih ingin dekat dengan teman-teman kami, mengetahui keadaan dan masalah tiap individu di angkatan kami, angkatan 2015. Acara ini bukan ajang perploncoan sebagaimana banyak kabar burung bertebaran. Banyak pelajaran yang kami petik dari acara ini. Kami, angkatan 2015 berterimakasih karena dengan diadakannya acara ini, angkatan kami lebih solid.

P.S : 
1. Tulisan ini merupakan berkas untuk diperlombakan dalam LOPEPENA (Lomba Penulisan Perjalanan NALFISOSRATA) yang diselenggarakan oleh KELOMPOK STUDI GEOGRAFI - UNJ
2.   763 kata

Sederhana tetapi Bermanfaat

Pada 9 September 2015, Bem Jurusan Geografi Universitas Negeri Jakarta mengadakan suatu kegiatan seminar edukasi, yaitu GUNS (Get Your New Skill). Dalam seminar GUNS, terdapat 2 kegiatan yang dapat menambah wawasan kita mengenai pelatihan jurnalistik dan ilmu untuk menjernihkan air agar dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Kegiatan ini diadakan di Aula Daksinapati, Kampus A UNJ, dengan pembicara Dwi Asmarawati, S.Pd dan Max Andrew Ohandi.
    
Kita dilatih untuk belajar melakukan percobaan air kali dengan menggunakan sistem penyaringan air sederhana dengan memakai bahan-bahan dari lingkungan sekitar agar bisa memperoleh air bersih. Seperti yang sudah kita ketahui, ketika kita menggali sumur pada kedalaman tertentu akan ditemukan sumber air. Hal itu sebagai bukti bahwa di dalam tanah terdapat air. Volume air di bumi tetap karena air bersiklus, dan yang berubah adalah tempat dan kualitas air. Keberadaan air di bumi sangat diperlukan semua mahluk hidup. Manusia memerlukan air untuk, berbagai kebutuhan, seperti memasak, mandi, cuci, minum, industri,  pertanian, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hewan memerlukan air  minum untuk hidup sedangkan tanaman memerlukan air untuk penyerapan bahan makanan dari dalam tanah.  Betapa penting peranan air bagi kehidupan di bumi ini, tetapi banyak aktivitas manusia yang merugikan bagi ketersediaan air bersih. Sebagai contoh pabrik, pertanian, rumah tangga, rumah sakit, pada umumnya membuang limbah langsung ke sungai. Air  dapat tercemar karena buangan  sampah  padat, buangan bahan kimia, dan kuman.  Air yang tercemar sangat berbahaya bagi kesehatan bila kita mengkonsumsinya. Air bersih pada saat ini menjadi barang ekonomi yang berharga dapat dijual belikan dengan berbagai merek yang kita kenal seperti aqua, dua tang, adi, dan masih banyak lagi.

Pada musim hujan sering terjadi banjir yang besar, kenyataan itu sudah sering menimbulkan masalah. Pada musim kemarau di beberapa daerah kekurangan air. Selain masalah banjir dan kekeringan yang sering terjadi saat ini timbul masalah lain yaitu menurunnya kualitas air akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu manusia dituntut untuk dapat mengatasi berbagai masalah tersebut. Alam telah menyediakan air yang kita butuhkan dan mampu mendaur ulang, tetapi kerusakan air semakin hari semakin luas karena akitivitas dan jumlah manusia semakin bertambah. Alam tidak mampu lagi untuk menyediakan air bersih yang dibutuhkan manusia. Oleh karena itu harus diupayakan oleh manusia sendiri untuk melakukan proses penjernihan atau pengolahan air dengan teknolog untuk memenuhi kebutuhan air bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan hidup dan membantu pelestarian alam

Di dalam seminar ini, kita diberi pengarahan dan penjelasan mengenai bahan-bahan apa yang diperlukan dan bagaimana cara kita membuat teknologi penyaringan air sederhana. Alat yaang digunakan adalah pisau, gunting, 3 botol air mineral, kerikil, air tanah, arang, ijuk, serabut.

Kita dapat mulai melakukan ini dengan mencuci bersih semua bahan dan keringkan. Bagian dasar botol air mineral dipotong dengan menggunakan silet, sehingga botol serupa tabung terbuka. Kemudian, tutup botol dibuka, botol dibalik. Bahan-bahan sebagai media penyaring disusun dalam   botol, selapis demi selapis hingga memenuhi botol. Setelah itu, tuangkan air kotor pada lapisan teratas, tampung dengan menggunakan wadah yang diletakkan di bawah botol dan apabila filtrasi belum bening, ulangi penyaringan untuk filtrasi tersebut. Setelah sudah melakukan itu semua, tampung hasil penyaringan kedua menggunakan gelas plastik lain yang masih kosong dan bandingkan kondisi fisik air sebelum disaring dengan filtrasi pertama dan filtrasi kedua.

Ada beberapa cara menjernihkan/ menyaring untuk mendapatkan air yang layak digunakan manusia . Cara tersebut bersifat mekanik atau pun kimiawi tergantung kondisi air. Kita disini akan membahas tentang sistem penjernihan dan penyaringan dengan memperlambat aliran. Sistem ini menggunakan bahan penyaring, seperti spon, sabut / ijuk, batu-batu, arang aktif. Air yang melewati penyaring tersebut akan tersaring sehingga menghasilkan air yang jernih.

Kualitas air minum harus memenuhi syarat dibawah ini :
  1. Syarat fisik seperti :
  1. Tidak boleh berwarna, berasa dan berbau
  2. Suhu air hendaknya pada suhu sejuk kurang dari 25oC
  3. Harus jernih
  1. Syarat kimia : air minum tidak boleh mengandung racun, zat-zat mineral atau zat- zat kimia tertentu dalam jumlah yang melampaui batas yang telah ditentukan.
Cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara (filtrasi) penyaringan yang terdapat dalam air kali yang berupa saringan air sederhana / tradisional yang terbuat dari botol plastic ini tidak bosa kita minum untuk di konsumsi, tetapi bermanfaat untuk menjernihan air.

(Oleh: Febri Fazriati / angkatan 2015)



P.S :
1. Tulisan ini turut diperlombakan setelah acara Seminar GUNS telah terlaksana. Penulis menjadi pemenang artikel GUNS 2015. Terima kasih, kak.
2. 683 kata termasuk judul
3. Tulisan ini juga dipublish di website BEM J GEOGRAFI